Bangunan tahan gempa ala Indonesia

Gempa  bumi adalah salah satu bencana alam terdasyat dan lebih cepat merusak dibandingkan dengan bencana banjir dan angin topan yang dapat diprediksi sebelumnya, dimuka bumi ini gempa bumi dapat bersumber dari tanda-tanda aktivitas gunung berapi yang meningkat dan akan meletus, pertemuan dua atau lebih lempeng bumi, juga dapat pula hasil tumbukan benda-benda angkasa yang tidak habis digerus atmosfir yang telah mencapai bumi.

Konon nenek moyang kita telah mengetahui cara dan teknik bagaimana membentuk dan menciptakan bangunan yang tahan gempa. Pola-pola atau struktur teknik arsitektur nenek moyang kita jauh lebih maju di masanya yang masih menggunakan material dari kayu dalam bentuk rumah panggung baik sebagai rumah tinggal maupun sebagai tempat lumbung padi saat panen bagus sebagai cadangan disaat panen buruk.

Struktur bangunan tradisional dengan pondasi tancap bentuk panggung ternyata lebih tahan terhadap pergeseran tanah tiba-tiba (gempa) yang terjadi hanya miring satu sisi atau  sisi lain tidak dengan bangunan modern antara pondasi dan dinding serta lantai yang menyatu mengakibatkan irama pergerakan tanah tiba-tiba menjadi saling berlawanan dengan struktur bangunan yang diam permanen berakibat percepatan patahan sumbu bangunan dan atau patah tengah retakan pondasi yang merambat ke dinding bangunan berikut lantai lebih cepat, tentu berakibat fatal bila kesetaraan perbandingan dan teknik bahan diabaikan berakibat sebagian atau seluruh banguanan cepat runtuh.

Tidak dengan struktur bentuk panggung percepatan gerakan tanah tiba-tiba (gempa) hanya terpusat disetiap titik pondasi panggung dan tidak menyebar seperti bangunan modern berpondasi dan dinding yang menyatu tanah, contoh rumah panggung banyak terdapat di pulau sumatera dan kalimantan dan sebagian jawa (tidak tinggi), namun sudah ditinggalkan ke bentuk modern.

Perlu diingat dengan tidak melupakan teknologi tradisional warisan nenek moyang kita yang sudah jarang bahkan akan ditinggalkan begitu saja sebaiknya dikaji dan dikembangkan dan diterapkan kembali  menjadi bentuk modern tanpa meninggalkan nilai-nilai arsitektur tradisional yang penuh makna akan naturalisme dan kelestarian alamnya.

Sumber:

* dari orang-orang tua Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: